dan aku perlu pecahkan tembok ini
rempuh sekuat-kuat hati
untuk kedunia yang baru -- lebih suci.
biar derai-derai yang berterbangan
dibawa angin pergi
jauh-jauh dari ku.
dan untuk kumpul kekuatan itu
tak perlu menunggu
cuma perlu yakin
aku pasti akan dapat apa yang aku mahu!
Showing posts with label jiwa. Show all posts
Showing posts with label jiwa. Show all posts
January 13, 2012
October 17, 2011
gurindam dia
bila mana lagu hatinya tak didengari
dia kerah seluruhnya keras hati
bagi diam membatu - beku.
tanda diplomasi tak berjaya
tanda hati yang ditahan dah meluka
tanda dia dah tak mampu tampung apa-apa.
diam dia,
tanda protes - memberontak!
dari segenap sudut
dicuba nya melihatkan apa yang orang lain jauh buta.
buta pada tanda gurindam hati dia
buta pada dendam yang cuba dia bina.
hanya tunggu masa,
pasti semua nya kan binasa!
ini mungkin ibarat picisan
yang belum kau nampak kesan.
September 6, 2011
346
melupakan pada pandangan namun pada hati terpahat sampai syurga! - MHMA
August 19, 2011
332
biar bulan dalam genggaman kita
biar bersatu jiwa dan raga
takkan terpisah kita
biar dicampak jauh ke hujung dunia
biar dibaling terus ke neraka
kita masih bersama
*konon-konon je aku ni. hahaha*
August 17, 2011
326
dah terlalu intimnya roh dan jiwa kita di fantasi ciptaan cinta
tak pernah ku berhenti mengharap pada Tuhan,
biar roh dan jiwa ini bersetubuh pula dialam realiti syurga kehidupan.
August 15, 2011
320
awan-awan impian hancur derai dilanggar dosa semalam.
biarlah dia memutuskan sebaiknya
dan biarlah rahsia lain kekalmasih disimpan menjadi rahsia
yang dah ku serah jiwa pada Tuhan yang Esa
menerbit putus takdir
terbaik buat aku
dan terbaik buat dia
August 4, 2011
antalogi aku bingit dalam sepi
dah rabak rasanya hati
nak ku heret kesana kemari
entah apa yang digusarkan
tiada jawapan tersasarkan
dah ku bilang pada semua
yang tempatnya hati ini sudah dimiliki
pada cinta yang nurani
dan juga cinta fitrah manusiawi
cuma belum pasti akhir cerita nanti
yang ku harap kan dapat digenggami
pada hati dah tak mampu aku ceritai
kisah hidup yang mencelakai
cukup terasa bangsat pada manusia syaitan laknat
hati aku rapuh percaya aku tak kukuh
jangan jadi si lahanat membuta-buta mengata-ngata
dah aku kata
hidup ini hanya sementara
tak mudah aku nak lupa
semua caci nista manusia durja
aih, mati akal aku fikir
aih, mati hati aku lali
aih, mati jasad bila begini
sakit tak tertanggung
tak cukup jari bilang ku tak terhitung
dah bosan aku mendengar sampai canggung
mana lagi si gila meroyan bisa aku gantung?
biar habis sampai sini
biar habis ditelan sepi
biar kau habis mati tanpa aku disisi
biar habis dunia semua berteka-teki.
nak ku heret kesana kemari
entah apa yang digusarkan
tiada jawapan tersasarkan
dah ku bilang pada semua
yang tempatnya hati ini sudah dimiliki
pada cinta yang nurani
dan juga cinta fitrah manusiawi
cuma belum pasti akhir cerita nanti
yang ku harap kan dapat digenggami
pada hati dah tak mampu aku ceritai
kisah hidup yang mencelakai
cukup terasa bangsat pada manusia syaitan laknat
hati aku rapuh percaya aku tak kukuh
jangan jadi si lahanat membuta-buta mengata-ngata
dah aku kata
hidup ini hanya sementara
tak mudah aku nak lupa
semua caci nista manusia durja
aih, mati akal aku fikir
aih, mati hati aku lali
aih, mati jasad bila begini
sakit tak tertanggung
tak cukup jari bilang ku tak terhitung
dah bosan aku mendengar sampai canggung
mana lagi si gila meroyan bisa aku gantung?
biar habis sampai sini
biar habis ditelan sepi
biar kau habis mati tanpa aku disisi
biar habis dunia semua berteka-teki.
August 3, 2011
298
sayu aku malam ini
entah apa puncanya entah apa getusnya
yang pasti perasaan sayu ini betul mencucuk tangkai hati
apa kerapnya perasaan ini berkunjung tiba ditubir hati
buat aku terasa sesak dengan apa semua nya
buat aku terasa rimas dengan segala yang ada
sayu yang aku rasa malam ini menyekat semua adrenalin mengalir
menghenti semua jenis kerja mengepam oksigen terus ke paru-paru
betul puas aku sesak
entah masih diterumbangambingkan aku
diperkosa oleh nafsu menguasa
buat aku rasa bagai bermuka-muka
kejap terlahir rasa kosongnya
kejap mengalir rasa syahdunya
entah
betul benar sayu aku rasa
apa ini akhir petanda
yang ajalku bakal hampir menjemput aku menghadap yang Esa?
hm.
entah apa puncanya entah apa getusnya
yang pasti perasaan sayu ini betul mencucuk tangkai hati
apa kerapnya perasaan ini berkunjung tiba ditubir hati
buat aku terasa sesak dengan apa semua nya
buat aku terasa rimas dengan segala yang ada
sayu yang aku rasa malam ini menyekat semua adrenalin mengalir
menghenti semua jenis kerja mengepam oksigen terus ke paru-paru
betul puas aku sesak
entah masih diterumbangambingkan aku
diperkosa oleh nafsu menguasa
buat aku rasa bagai bermuka-muka
kejap terlahir rasa kosongnya
kejap mengalir rasa syahdunya
entah
betul benar sayu aku rasa
apa ini akhir petanda
yang ajalku bakal hampir menjemput aku menghadap yang Esa?
hm.
August 2, 2011
296
manusia dan khilaf, tiada batasnya. yang bisa melebur setiap inci khilafnya hanya ampunan yang dipinta tak putus-putus dari Maha Besar.
Tiba detik pasti terpisah (Di batas masa)
Setiba kita di batas masa
Nobat nafiri tiada bernada
Sehelai daun kering berayunan layu
Menanti saat di bawa bayu
Langit mendung hujan pun gerimis
Sayup terdengar sendu dan tangis
Bertitian bisikan kalimah nan suci
Berdoa mudahkan perjalanan
Terakhir ini
Berat mata memandang
Berat lagi tanggungan
Bebanan perasaan
Kendati pun sejarah
Dosa pahala pastikan di kira
Bagai terasa keresahan di jiwamu
Bagai terdengar suara meruntum kalbu
Tiada walau sesaga di bawa pergi
Tak berharga puja dan puji
Kala jantungmu bagai laut bergelombang
Lemah cengkaman jejarimu di genggaman
Betapa sukar untuk kita menerima
Tiba detik pasti terpisah
Di batas masa
Nobat nafiri tiada bernada
Sehelai daun kering berayunan layu
Menanti saat di bawa bayu
Langit mendung hujan pun gerimis
Sayup terdengar sendu dan tangis
Bertitian bisikan kalimah nan suci
Berdoa mudahkan perjalanan
Terakhir ini
Berat mata memandang
Berat lagi tanggungan
Bebanan perasaan
Kendati pun sejarah
Dosa pahala pastikan di kira
Bagai terasa keresahan di jiwamu
Bagai terdengar suara meruntum kalbu
Tiada walau sesaga di bawa pergi
Tak berharga puja dan puji
Kala jantungmu bagai laut bergelombang
Lemah cengkaman jejarimu di genggaman
Betapa sukar untuk kita menerima
Tiba detik pasti terpisah
Di batas masa
293
Cintaku
tak terbanding tulus cinta yang lain
dibanding dengan cinta Mu
saat jatuh menitis air mata ke bumi
ku panjat tinggi-tinggi doa ku pada Mu cinta ku
tiada yang lain yang lebih mulia berbanding dengan Mu kasih ku
Cinta hati ku
setiap hela nafas ku bertasbih rindu ku pada Mu
kasih yang Kau hampar luasnya lebih dari segala permukaan yang ada
kasih yang Kau limpahkan dalam nya lebih dari lautan yang dalam
Cinta ku, terkadang aku malu mahu merayu-rayu
pada kurangnya diriku sujud menghadap Mu
pada hinanya lahir ku bawah takdir Mu
Cuma kali ini Cinta ku
ingin sekali aku merayu pada Mu
terima lah segala amal ibadah ku
yang ku sulam setiap detik waktu
mencari redha dan pahala Mu
kerna itu yang termampu aku lakukan dikala ini
untuk membantu kekasih ku yang sedang gering jauh dari sisi
yang menyiksa batin ku setiap kali aku menyendiri
Kasih yang Maha Agung,
andai tidak cukup lagi amal ku membantu kekasih ku menghadap Mu dalam bahagia
ku pinta satu lagi terakhir cara,
bisa kau ganti nyawa ku
atas apa segala yang perlu
untuk kekasih ku senang menghadap Mu?
tak terbanding tulus cinta yang lain
dibanding dengan cinta Mu
saat jatuh menitis air mata ke bumi
ku panjat tinggi-tinggi doa ku pada Mu cinta ku
tiada yang lain yang lebih mulia berbanding dengan Mu kasih ku
Cinta hati ku
setiap hela nafas ku bertasbih rindu ku pada Mu
kasih yang Kau hampar luasnya lebih dari segala permukaan yang ada
kasih yang Kau limpahkan dalam nya lebih dari lautan yang dalam
Cinta ku, terkadang aku malu mahu merayu-rayu
pada kurangnya diriku sujud menghadap Mu
pada hinanya lahir ku bawah takdir Mu
Cuma kali ini Cinta ku
ingin sekali aku merayu pada Mu
terima lah segala amal ibadah ku
yang ku sulam setiap detik waktu
mencari redha dan pahala Mu
kerna itu yang termampu aku lakukan dikala ini
untuk membantu kekasih ku yang sedang gering jauh dari sisi
yang menyiksa batin ku setiap kali aku menyendiri
Kasih yang Maha Agung,
andai tidak cukup lagi amal ku membantu kekasih ku menghadap Mu dalam bahagia
ku pinta satu lagi terakhir cara,
bisa kau ganti nyawa ku
atas apa segala yang perlu
untuk kekasih ku senang menghadap Mu?
perawan jelita
jangan dibiar mati kasih yang sedang tumbuh
kan tak berganti apa yang patah
kan tak berakar apa yang telah musnah.
dibilang tidak pada sang pendusta
mencerca hati bagai raja
kan tak faham apa isinya
kan tak perlu tahu manis rasanya
perawan anggun jelita memikat
didiamnya diikat seluruh sakti jiwa
pada yang satu setia
pada yang dilebur ego raden jaguhnya
beta seru malar cinta
datang merantai jasad pasak roh dalam-dalam
dipakuk mati
biar sehati sejiwa secinta
punya bukti.
kan tak berganti apa yang patah
kan tak berakar apa yang telah musnah.
dibilang tidak pada sang pendusta
mencerca hati bagai raja
kan tak faham apa isinya
kan tak perlu tahu manis rasanya
perawan anggun jelita memikat
didiamnya diikat seluruh sakti jiwa
pada yang satu setia
pada yang dilebur ego raden jaguhnya
beta seru malar cinta
datang merantai jasad pasak roh dalam-dalam
dipakuk mati
biar sehati sejiwa secinta
punya bukti.
August 1, 2011
290
biar jauh jasad kita terpisah
tapi hati, jiwa, dan raga
tak pernah berenggang
walau sedetik cuma.
Al-Fajr
“Wahai jiwa yang telah mencapai ketenteramannya, pulanglah kembali kepada Tuhanmu, dalam keadaan redha dan diredhai. Maka masuklah dalam golongan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.”
(Surah Al-Fajr: Ayat 27-30)
July 31, 2011
Ramadhan
terasa-rasa hati aku pada sayup petang-petang Ramadhan
terbau-bau aku pada harum masakan menjelang berbuka
terngiang-ngiang ditelinga hingarnya bingitnya laung-laungan dibaazar
itu siangnya.
dan malamnya
begitulah azan menyeru-nyeru umatnya menghadap yang Esa
menjamah sedikit rasa sebagai tenaga untuk tunduk beribadah
dan disepertiga malamnya bakal meriah dengan tahajjud cinta
yang memuja-muja yang Esa
cukup sepi tetapi bahagia pada mereka-mereka
yang tak putus mengejar-ngejar redha di bulan mulia
menunggu-nunggu karamah seribu bulan
bahagia yang nyata
bekal di alam sana
satu soalan,
adakah kita diantaranya?
terbau-bau aku pada harum masakan menjelang berbuka
terngiang-ngiang ditelinga hingarnya bingitnya laung-laungan dibaazar
itu siangnya.
dan malamnya
begitulah azan menyeru-nyeru umatnya menghadap yang Esa
menjamah sedikit rasa sebagai tenaga untuk tunduk beribadah
dan disepertiga malamnya bakal meriah dengan tahajjud cinta
yang memuja-muja yang Esa
cukup sepi tetapi bahagia pada mereka-mereka
yang tak putus mengejar-ngejar redha di bulan mulia
menunggu-nunggu karamah seribu bulan
bahagia yang nyata
bekal di alam sana
satu soalan,
adakah kita diantaranya?
July 27, 2011
278
tahu tak aku malu? malu dengan betapa dalam nya ilmu kau dalam agama kita? betapa umur tak membataskan tinggi atap ilmu kau berbanding yang sebaya aku mahu yang lebih tua?
tahu tak aku malu sebab tak habis ganti puasa? ya Allah menyesal nya. sumpah menyesal. aaaaaaaaa tsk tsk tsk hiba nya hati ni, hiba sangat. nak ganti tapi tak boleh pula. takut lah. tak nak jadi orang yang rugi sebab tak dapat laksanakan ibadah dengan sempurna.
nak Ramadhan kali ni jadi yang terbaik.
sebab tak tahu boleh jumpa ke tak Ramadhan akan datang. :'( Ya Allah.
July 25, 2011
sabda pujangga
gemersik suara menyapa
membisik senandung rindu berlagu
menyampai fatwa tentang cinta
dijiwa-jiwa yang setia.
membisik senandung rindu berlagu
menyampai fatwa tentang cinta
dijiwa-jiwa yang setia.
July 24, 2011
Kuasa Nya.
Allah, tiada Tuhan selainNya yang Maha Hidup, Maha Berdiri dengan Sendiri tiada pula rasa mengantuk dan tiada pula tidur. BagiNya apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Tidak ada yang memberi syafa'at melainkan dengan izinNya. Dialah yang mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa dibelakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa sesuatu ilmu pun melainkan dengan kehendakNya. Luasnya KursiNya meliputi langit dan bumi dan tiada kesusahan bagiNya untuk memelihara kedua-duanya. Dan Dialah yang Maha Tinggi dan Maha Besar.
July 22, 2011
Catan
seni adalah selorong pancar dari sengsara. garapan halus dari nilai sebuah derita yang tak terluahkan dek bicara cuma diberontakhentak halus dalam kasarnya menerbit hasil seni yang difikir gilanya pada sebelah pihak, difikir indahnya pada pihak yang sebelah lagi.
hanya seni mengenal erti sedih dan pilu tika menongkah deras arus dunia. yang terterbitnya setiap lara diterjemah lantang dalam sayu pada hasil dipandang hina oleh kebanyakkan nya.
benar, apa yang terhasil dari coretan-coretan loser dihampar Nadia ini hanya terbit kala belum stabil paksi hati. masih ditakuk gundah yang menjerit-jerit minta dilepaskan kerna bila disuara pada manusia, jarang yang bisa faham. banyak yang bisa digodam diolah menjadi fitnah. dan itu sangat membrengsetkan!
sungguh aku benci pada penokoktambahan kata yang tak berpunca tak berasas yang akar tunjangnya ditimbal-balik kan. sinis?
manusia, mana lari dari cerita dongeng, momokan-momokan palsu, kisah sang putera katak dicium hingga hidup bahagia ke akhir nya. ternyata itu semua dusta. kenapa tak dilihatkan saja pada anak-anak pada kejam benar garis dunia? biar padam angan-angan bahagia hidup tanpa sengsara diganti dengan ajar-ajaran untuk lebih berwaspada didepan masa?
diam. mungkin lebih baik. dan perhati, sungguh aku gemari. nilai dan cerna yang berlaku sehari-harian yg mana haram aku jauh yang mana halal aku sambut yang mana subhah, aku pandang dua-dua, aku ambil yang mana dah tentu saja. hidup dalam kelam sunyi suram bantu aku mencari lebih banyak cahaya walauhakikatnya direaliti aku lebih kepada yang suram-suram, bahagia walau muram. mencebik walau suka, cinta walau sengsara.
hitam kelam bukan erti habis hidup disini. cahaya memancari bukan erti bahagia itu hakiki. pada landas betul mungkin terjumpai, untuk pasung hidup diakar diri pada tanah yang dah tak subur lagi, terus-terus mengharap mentari menyinar walau sudah uzur tua sang suria tetap setia hingga dicabut azazil nyawanya. yang terakhir azazil makhluk paling setia. dicabut semua terakhirnya dicabut dia.
hargai. walau apa pun bentuk seni, yang dihasil sendiri itulah seni. pekik lantang dalam sunyi. yang takkan dibutai, tetap mengungguli.
tanya sama angin
angin
bawa lagu aku
pada dia yang jauh beribu batu
sampai salam rindu aku
dah tak tertanggung pilu
sakit hati macam disembilu.
bawa lagu aku
pada dia yang jauh beribu batu
sampai salam rindu aku
dah tak tertanggung pilu
sakit hati macam disembilu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


